Dalam kondisi normal, tugas polisi lalu lintas adalah menjaga ketertiban dan kelancaran arus kendaraan. Namun, ketika bencana alam atau situasi darurat melanda, tugas mereka bertransformasi secara signifikan. Di sinilah peran polisi lalu lintas meluas dari sekadar mengatur jalan menjadi garda terdepan dalam respons cepat dan penyelamatan. Mereka memiliki tanggung jawab vital dalam memastikan jalur evakuasi tetap terbuka, memfasilitasi pergerakan tim medis dan bantuan, serta mencegah kekacauan yang bisa memperburuk situasi.
Salah satu aspek krusial dari peran polisi lalu lintas dalam kondisi darurat adalah manajemen evakuasi. Saat terjadi bencana seperti banjir atau gempa bumi, ribuan orang mungkin harus dievakuasi dari area terdampak. Pada hari Selasa, 2 September 2025, misalnya, sebuah simulasi tanggap bencana gempa bumi dilakukan di sebuah kota padat penduduk. Petugas lalu lintas segera menutup akses ke area yang disimulasikan sebagai zona bahaya dan mengarahkan warga ke titik kumpul yang aman. Mereka juga berkoordinasi dengan petugas Basarnas dan tim medis untuk memastikan kendaraan bantuan dapat bergerak tanpa hambatan. Pengalaman dari simulasi ini menunjukkan bahwa peran polisi lalu lintas sangat menentukan keberhasilan operasi evakuasi.
Selain itu, polisi lalu lintas juga bertanggung jawab untuk mengamankan lokasi bencana dan mencegah penjarahan atau aktivitas kriminal lainnya. Pada tanggal 15 September 2025, dini hari, setelah sebuah kebakaran besar menghanguskan sebuah area komersial, petugas lalu lintas bersama Unit Reserse langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi. Ini untuk memastikan tidak ada pihak yang tidak berkepentingan masuk dan mengganggu proses investigasi serta evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Dalam situasi bencana, peran polisi lalu lintas juga mencakup penyaluran bantuan logistik. Mereka memastikan konvoi kendaraan yang membawa pasokan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya dapat tiba di lokasi yang membutuhkan dengan cepat dan aman. Pada Kamis, 25 September 2025, pukul 13.00 WIB, puluhan truk bantuan bergerak menuju wilayah yang terdampak banjir. Dengan pengawalan ketat dari petugas lalu lintas, konvoi tersebut berhasil menembus genangan air dan tiba tepat waktu di posko bantuan. Semua tindakan ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk meringankan penderitaan korban bencana. Dengan demikian, tugas polisi lalu lintas dalam kondisi darurat tidak hanya tentang menjaga ketertiban, tetapi juga tentang menjadi bagian dari tim penyelamat yang responsif dan efektif.
