Kesiapsiagaan fisik menjadi syarat mutlak bagi setiap anggota kepolisian dalam menjalankan tugas di lapangan. Di Polres Jambi, Latihan Bela Diri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum mingguan yang dilaksanakan secara konsisten setiap Selasa pagi. Program latihan ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian taktis, ketangkasan fisik, serta kepercayaan diri personel saat berhadapan dengan situasi yang memerlukan tindakan fisik terukur. Rutinitas ini bukan sekadar olahraga biasa, melainkan metode penguatan kapasitas untuk menghadapi risiko ancaman yang tidak terduga.
Latihan yang dipimpin oleh instruktur ahli ini mencakup berbagai teknik dasar hingga lanjut, mulai dari teknik melumpuhkan tanpa senjata hingga penggunaan alat pertahanan diri sesuai standar prosedur kepolisian. Dengan latihan yang berkelanjutan, setiap anggota dilatih untuk merespons ancaman dalam hitungan detik. Ketenangan dalam mengendalikan diri dan kemampuan teknik bela diri yang mumpuni sangat krusial agar polisi tetap mampu menegakkan hukum tanpa harus melampaui batas kewenangan yang ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, setiap sesi latihan di Polres Jambi ditekankan pada kedisiplinan dan akurasi. Anggota tidak hanya diajarkan untuk menyerang, namun yang lebih penting adalah teknik pengendalian diri (self-control) dan bagaimana memberikan perlindungan kepada masyarakat. Kemampuan fisik yang baik harus diimbangi dengan etika profesionalisme yang tinggi. Polisi dituntut untuk mampu mengukur kekuatan yang dikeluarkan sesuai dengan tingkat bahaya yang dihadapi. Ini adalah prinsip dasar dari kepolisian modern yang presisi.
Selain mengasah ketangkasan, latihan rutin ini juga berfungsi sebagai sarana untuk menjaga kebugaran fisik anggota. Beban kerja kepolisian yang tinggi menuntut stamina yang prima agar tugas-tugas lapangan dapat dilaksanakan dengan hasil yang maksimal. Dengan rutin bergerak setiap Selasa pagi, anggota Polres Jambi memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik, sehingga risiko kelelahan atau gangguan kesehatan saat bertugas dapat diminimalisir. Ini adalah strategi preventif dalam manajemen sumber daya manusia di institusi Polri.
Latihan bela diri ini juga menjadi wadah silaturahmi yang efektif bagi anggota lintas satuan. Saat latihan berlangsung, semangat kebersamaan dan sportivitas selalu dijunjung tinggi. Interaksi positif antaranggota selama latihan secara otomatis akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam tugas-tugas kepolisian lainnya. Kekuatan sebuah institusi sering kali bersumber dari keakraban personelnya, dan kegiatan rutin ini berhasil memfasilitasi terciptanya suasana kerja yang kolegial dan suportif.
