Deteksi Suhu Tanah: Satgas Polres Jambi Pantau Titik Panas Gambut

Provinsi Jambi memiliki hamparan lahan gambut yang sangat luas, yang di satu sisi merupakan kekayaan ekosistem, namun di sisi lain menyimpan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tinggi terutama saat musim kemarau panjang. Memahami kerentanan biologis lahan tersebut, pihak berwenang mengembangkan metode mitigasi dini yang lebih presisi melalui program Deteksi Suhu Tanah. Berbeda dengan pemantauan satelit konvensional yang hanya melihat titik api di permukaan, metode ini masuk lebih dalam ke lapisan bawah tanah untuk mengukur akumulasi panas yang sering kali menjadi pertanda awal terjadinya kebakaran bawah permukaan (ground fire).

Implementasi teknologi ini dipimpin langsung oleh Satgas Polres Jambi sebagai bagian dari strategi pencegahan bencana nasional. Lahan gambut memiliki karakteristik unik di mana api dapat merambat di bawah permukaan tanah tanpa terlihat asapnya di permukaan, namun tiba-tiba memicu kebakaran besar saat angin bertiup kencang. Dengan memasang sensor suhu tanah di kedalaman tertentu pada wilayah-wilayah yang dianggap rawan, petugas dapat mendeteksi kenaikan suhu yang tidak wajar. Data ini menjadi peringatan dini bagi tim di lapangan untuk segera melakukan pembasahan lahan (rewetting) sebelum api benar-benar muncul ke permukaan dan sulit dikendalikan.

Tugas utama para personel dalam satgas ini adalah secara rutin pantau titik panas di area-area terpencil yang sulit diakses oleh kendaraan biasa. Penggunaan drone termal dan patroli jalan kaki dengan peralatan ukur suhu portabel menjadi pemandangan sehari-hari di wilayah rawan Karhutla di Jambi. Satgas Polres Jambi juga bekerja sama dengan masyarakat peduli api untuk memastikan bahwa setiap perubahan suhu yang terdeteksi segera dilaporkan melalui sistem komando terintegrasi. Pendekatan berbasis sains ini jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan hanya mengandalkan reaksi saat api sudah membesar dan menyebarkan kabut asap.

Fokus perlindungan ini ditujukan pada ekosistem gambut yang sangat vital sebagai penyimpan cadangan karbon dunia. Jika lahan gambut terbakar, emisi karbon yang dilepaskan sangat luar biasa besar dan berdampak langsung pada pemanasan global. Selain itu, kabut asap yang dihasilkan sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan jutaan orang. Oleh karena itu, Polres Jambi menetapkan kebijakan nihil toleransi terhadap aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Setiap kenaikan suhu tanah yang mencurigakan di area perkebunan akan langsung diinvestigasi untuk memastikan apakah itu fenomena alam atau ada campur tangan manusia yang mencoba melakukan pembakaran ilegal.