Upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah gambut Provinsi Jambi terus diperkuat melalui kerja sama terpadu antar instansi pemerintah. Tim satgas pencegahan lahan gambut membasahi area rawan kekeringan dengan memanfaatkan sekat kanal serta sumur bor yang telah dibangun warga. Langkah teknis ini efektif mempertahankan kelembapan tanah agar tidak mudah terbakar saat musim kemarau panjang melanda kawasan tersebut. Komitmen bersama dalam menjaga ekosistem lahan basah menjadi kunci utama keselamatan lingkungan dari ancaman bencana asap.
Patroli darat secara berkala digelar di sepanjang kawasan perbatasan hutan dan perkebunan warga oleh personil gabungan TNI serta kepolisian. Petugas memberikan edukasi hukum mengenai larangan keras membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar ranting kering secara sembarangan kepada masyarakat. Penempelan maklumat kapolda di tempat umum menjadi sarana peringatan tegas bagi siapa saja yang berniat merusak lingkungan hidup. Peningkatan kesadaran warga berhasil menurunkan jumlah titik panas di daerah rawan.
Pemanfaatan teknologi pemantauan satelit dipergunakan untuk memantau perubahan suhu permukaan tanah serta mendeteksi munculnya titik api secara cepat dan akurat. Apabila satelit merekam adanya kepulan asap, tim reaksi cepat langsung diterjunkan ke lokasi koordinat menggunakan kendaraan operasional khusus. Kecepatan tindakan pemadaman awal di wilayah lahan gambut sangat menentukan dalam mencegah kobaran api merambat ke kawasan yang lebih luas. Penggunaan helikopter pengebom air disiagakan untuk menjangkau area pedalaman.
Penegakan hukum terhadap oknum masyarakat atau korporasi yang terbukti secara sengaja membakar kawasan hutan dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu. Penyidik kepolisian tidak ragu menerbitkan surat penahanan serta menyita peralatan kerja yang dipergunakan untuk merusak ekosistem gambut tersebut. Langkah hukum ini memberikan pesan kuat bahwa kejahatan lingkungan merupakan pelanggaran berat yang merugikan kehidupan warga luas. Transparansi proses penyidikan memupuk kepercayaan publik pada aparat.
Pelestarian lingkungan area basah atau lahan gambut membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh kelompok masyarakat pedesaan di wilayah Jambi. Pembentukan masyarakat peduli api di setiap desa rawan bencana terbukti efektif mempercepat penyampaian informasi dan penanganan darurat di lapangan. Pemerintah daerah terus mengucurkan bantuan peralatan pemadam portabel bagi warga guna menunjang aksi tanggap darurat mandiri. Sinergi yang kokoh menjaga udara Jambi tetap bersih dan sehat.
